Home » Article » Investasi » Pembelian Saham oleh Perusahaan (Perseroan Terbatas)

Pembelian Saham oleh Perusahaan (Perseroan Terbatas)

Pembelian Saham oleh Perusahaan (Perseroan Terbatas)

Pembelian Saham oleh Perusahaan (Perseroan Terbatas)

 

Pertanyaan

Kepada yang terhormat admin klinik hukum, saya ingin mengajukan pertanyaan mengenai:

  1. Apakah suatu perusahaan dapat membeli/memiliki saham di perusahaan lain?
  2. Bagaimanakah pengaturannya apabila salah satu perusahaan tersebut bersifat Tbk (terbuka), misalnya PT. ABC memiliki saham di PT XYZ Tbk.?

 

Jawaban:

1.  Apakah suatu perusahaan dapat membeli/memiliki saham di perusahaan lain?

Pemegang saham dalam suatu perseroan terbatas dapat berupa perorangan maupun badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT). Hal ini sebagaimana ketentuan dalam Pasal 7 ayat 1 UUPT berikut penjelasannya:

Perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dengan bahasa Indonesia

Penjelasan Pasal 7 ayat 1:

yang dimaksud dengan “orang” adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia maupun asing atau badan hukum Indonesia atau asing”.

Dalam hal jual beli dilakukan dalam Perseroan Tertutup, maka pemindahan setiap hak atas saham dilakukan dengan Akta  pemindahan hak (baik berupa akta yang dibuat di hadapan notaris maupun akta bawah tangan). Direksi wajib mencatat pemindahan hak atas saham, tanggal, dan hari pemindahan hak tersebut dalam Daftar Pemegang Saham atau Daftar Khusus, dan selanjutnya memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pencatatan pemindahan hak.

Disamping itu, pemegang saham yang hendak melakukan tindakan menjual sahamnya, diwajibkan untuk menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham yang tercatat dalam Perseroan.

2.      Bagaimanakah pengaturannya apabila salah satu perusahaan tersebut bersifat Tbk (terbuka), misalnya PT. ABC memiliki saham di PT XYZ Tbk.?

Mengenai Perseroan Terbuka Undang-Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) membaginya menjadi 2 (dua), yaitu:

 

a)      Perseroan Publik, dimana perseroan wajib memiliki pemegang saham sekurang – kurangnya 300 (tiga ratus) orang, modal disetor sekurang – kurangnya Rp3.000.000.000,- (tiga miliar Rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat 22 Undang-Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal (“UUPM”);

 

b)    Perseroan yang melakukan penawaran umum, dimana dalam prakteknya emiten yang melakukan kegiatan penawaran efek untuk menjual kepada masyarakat umum wajib berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, dan pada saat hendak melakukan penawaran umum dan penawaran umum baru  perseroan tersebut lebih dulu mendaftar ke Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM”) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 UUPM.

 

Selanjutnya, dalam hal perseroan hendak melakukan pembelian atau memiliki saham di perseroan lain, maka ketentuan tersebut diatur dalam Angaran Dasar tiap-tiap perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam UUPT. Mengenai pemindahan hak atas saham dalam Perseroan Terbuka, pada dasarnya tidak diharuskan untuk melakukan penawaran terlebih dahulu kepada pemegang saham lainnya. Namun, pemindahan hak atas saham dalam Perseroan Terbuka wajib mendapatkan persetujuan/izin instansi yang berwenang terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana diatur ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang Pasar Modal, termasuk UUPM dan Peraturan BAPEPAM-LK sebagai pelaksana dari UUPM tersebut. Merujuk pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-13/PM/1997 Tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik, menjelaskan bahwa setiap pemindahan hak atas saham wajib memenuhi kententuan yang tercantum dalam angka 11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-13/PM/1997, yang menyatakan:

a)       Pemindahan hak atas saham harus dibuktikan dengan suatu dokumen yang ditandatangani oleh atau atas nama Pihak yang memindahkan hak, termasuk oleh atau atas nama Pihak yang menerima pemindahan hak atas saham yang bersangkutan. Dokumen pemindahan hak atas saham harus berbentuk sebagaimana ditentukan atau disetujui oleh Direksi.

b)           Bentuk dan tata cara pemindahan hak atas saham yang diperdagangkan di Pasar Modal wajib memenuhi peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

c)      Pemindahan hak atas saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif dilakukan dengan pemindahbukuan dari rekening Efek satu ke rekening Efek yang lain pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian, dan Perusahaan Efek.

 

Adapun perolehan saham bagi PT Terbuka yang diperdagangkan di Pasar Modal, dapat dilakukan dengan cara:

1)   Membeli saham pada saat penawaran umum (Pasar Perdana)

Jika ingin membeli saham pada saat pasar perdana ini, biasanya investor dapat mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang terdapat pada prospektus ringkas atau yang terdapat pada agen-agen penjual yang dituju dan mengirimkan kembali formulir tersebut disertai dengan pengiriman dana ke alamat yang tertera pada formulir.

2)  Membeli saham yang telah beredar (Pasar Sekunder)

Transaksi jual beli saham yang telah beredar dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek, dimana Saudara dapat membelinya melalui anggota bursa. Kenapa Saudara tidak dapat melakukan pembelian secara langsung dengan Perusahaan yang dituju? Karena setiap perusahaan yang telah melakukan penjualan sahamnya di Bursa Efek wajib menunjuk perusahaan efek sebagai perantara perdagangan efek/pialang yang termasuk dalam daftar perusahaan efek yang mendapat izin dari BAPEPAM-LK dan telah menjadi anggota bursa. Pialang inilah yang nantinya akan melakukan pesanan untuk kepentingan investor.

 

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan dapat menjawab pertanyaan yang Saudara ajukan. Terima kasih.

 

Bimo Prasetio/Asharyanto

Dasar hukum:

 

  1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas;
  2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal;
    1. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-13/PM/1997 Tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik.

 

FREE Legal diagnostic untuk bisnis anda atau ingin bertanya tentang aspek hukum dalam bisnis anda silahkan hubungi info@legal4ukm.com


More news