Home » Article » Perjanjian » BATASAN KEPEMILIKAN WARALABA MAKANAN DAN MINUMAN

BATASAN KEPEMILIKAN WARALABA MAKANAN DAN MINUMAN

BATASAN KEPEMILIKAN WARALABA MAKANAN DAN MINUMAN

Judul Pertanyaan              

Kepastian hukum dari jumlah kepemilikan outlet/gerai yang di kelola atau dipegang oleh hak tunggal yang diatur oleh peraturan menteri (WARALABA)

Pertanyaan             

  1. Apakah dengan disahkannya Peraturan Menteri Menteri Perdagangan Nomor 7 tahun 2013 mengenai jumlah kepemilikan outlet/gerai berdampak pada ketidakpastian hukum dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68 tahun 2012 tentang waralaba untuk jenis usaha toko modern, mengenai jumlah kepemilikan outlet/gerai yang dikelola sendiri (company owned outlet)?
  2. Apakah yang di atur dalam peraturan diatas mengatur mengenai outlet/gerai yang sama?
  3. Contoh kasus PT saya memiliki 300 gerai pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 saya menambah jumlah outlet/gerai menjadi 350 outlet/gerai dan pada tahun 2013 saya memiliki jumlah gerai sebanyak 360 outlet/gerai. Apabila dikaitkan dengan Peraturan Menteri dimaksud mengenai jumlah kepemilikan outlet/gerai, apakah saya melanggar hukum, dan apabila saya melanggar hukum, tolong jelaskan saya melanggar peraturan yang mana saja?
  • (keterangan pertanyaan No 3. saya sebagai pengelala tunggal dan tidak melakukan kerjasama dengan pihak pemodalan ataupun dengan pelaku UKM dan tidak mewaralabakan waralaba saya. jenis waralaba restoran atau rumah makan) TERIMAKASIH. yoandaadanaaa@yahoo.com

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan.

Terkait dengan pertanyaan Saudara mengenai Kepastian hukum dari jumlah kepemilikan waralaba yang saudara miliki. kedua peraturan yang saudara sebutkan yaitu Permendag No.68/M-DAG/PER/10/2012 dan Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013 Berikut beberapa hal yang dapat kami sampaikan:

Berkenaan dengan kedua Peraturan Menteri Perdagangan tersebut memang mengatur mengenai waralaba. Namun dapat kami sampaikan terlebih dahulu bahwa  Permendag No.68/M-DAG/PER/10/2012 mengatur tentang Waralaba untuk jenis usaha Toko modern, sedangkan Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013 mengatur tentang Pengembangan Kemitraan dalam waralaba untuk jenis usaha jasa makanan dan minuman. Artinya, walaupun kedua peraturan tersebut mengatur mengenai waralaba, akan tetapi objek yang diatur oleh kedua peraturan tersebut berbeda.

Selanjutnya, pada pasal 4 Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013 tentang Pengembangan Kemitraan Waralaba dalam Bidang Makanan dan Minuman, disebutkan bahwa :

”pemberi waralaba dan penerima waralaba untuk jenis usaha restoran, rumah makan, bar/rumah minum dan kafe dapat mendirikan outlet/gerai yang dikelola sendiri (Company owned outlet) sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) outlet/gerai”.

Selanjutnya dalam Pasal 4 ayat 1 huruf a Permendag No.07/2013 disebutkan :

“Dalam hal pemberi waralaba atau penerima waralaba untuk jenis usaha restoran, rumah makan, bar/rumah minum dan kafe telah memiliki outlet/gerai sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) Outlet/ gerai dan akan melakukan penambahan outlet/gerai, maka pendirian outlet/gerai tambahan wajib” :

a. Diwaralabakan; dan/atau

b. Dikerjasamakan dengan pola penyertaan modal.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, dapat dipahami bahwa untuk Pelaku bisnis waralaba dalam bidang jasa makanan dan minuman yang dikembangkan melalui pengelolaan yang dimiliki dan dikelola sendiri (Company owned outlet) hanya diperbolehkan memiliki sebanyak 250 outlet. Maka dari itu, apabila pemilik usaha waralaba telah melampaui batas kepemilikan waralaba, maka pelaku usaha waralaba dimaksud wajib untuk mewaralabakan atau melakukan kerjasama melalui sistem penyertaan modal atas usahanya.

Dalam kasus yang Saudara alami,  kelebihan outlet/gerai sebanyak 110 wajib dikembangkan melalui pemberian waralaba kepada orang lain atau dengan melakukan kerjasama melalui penyertaan modal.

Khusus, pola ataupun mekanisme kerjasama melalui penyertaan modal, nilai minimum prosentasinya telah ditentukan, Pasal 5 ayat 2 huruf (a) dan (b) Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013, yang menjelaskan:

a)  Bagi pemilik waralaba yang akan melakukan penambahan gerai/outlet dengan nilai investasi kurang atau sama dengan Rp.10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah) besaran modal dari pihak lain yang akan menyertakan modalnya minimal paling sedikit 40%; sedangkan

b)  Untuk nilai investasi lebih dari Rp.10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah) penyertaan modal dari pihak lain minimal 30%.

Perlu untuk diketahui, sesuai dengan 6 Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013, untuk pelaksanaan kerjasama waralaba dimaksud agar lebih mengutamakan pelaku usaha kecil dan menengah di daerah setempat, namun demikian hal tersebut dapat dilaksanakan apabila pelaku usaha dimaksud memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak pemberi waralaba. Artinya Pemberi waralaba diberi hak untuk menentukan kriteria yang menurutnya pantas dan dapat memenuhi kualifikasi/persyaratan yang diinginkan.

Dalam hal, pemilik waralaba terlanjur memiliki gerai/outlet melebihi batas maksimum yang ditetapkan yaitu sebanyak 250 gerai/outlet. Maka sesuai dengan Permendag No.7/M-Dag/Per/2/2013, pemilik waralaba untuk jenis makanan dan minuman harus menyesuaikan ketentuan penanambahan outlet/gerai sebagaimana jangka waktu 5 (lima) tahun sejak peraturan Menteri dimaksud berlaku.

Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa pemilik waralaba untuk bidang usaha makanan dan minuman dibatasi kepemilikannya sebanyak 250 outlet. Yang kemudian, apabila hendak melakukan penambahan gerai atau outlet, maka pemilik waralaba dimaksud wajib mewaralabakan usaha waralabanya atau melalui kerjasama penyertaan modal.

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan dapat menjawab pertanyaan yang Saudara ajukan. Terima kasih.

Bimo Prasetio/Asharyanto/Ali Imron

Dasar Hukum :

  1. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesianomor 68/M-DAG/PER/10/2012 Tahun 2012 Tentang Waralaba Untuk Jenis Usaha Toko Modern.
  2. peraturan Menteri Perdagangan No.07/M-DAG/PER/2/2013 Tentang Pembagian Kemitraan Dalam Waralan Untuk Jenis Usaha Jenis Makananan dan Minuman.

Ingin berkonsultasi mengenai hukum bisnis dan investasi, silahkan menghubungi info@legal4ukm.com atau hubungi: 081298755257.

Follow @Legal4ukm untuk info hukum bisnis dan investasi.